Timer

    Profile Couple

    Afdhal & Usy

    Afdhal ♡ Usy

    Sebuah kisah dan kenangan mereka berdua yang di tuliskan dalam sebuah website khusus, Script or Per-Steps.

    Akhmad Rizwar Afdhal

    Akhmad Rizwar Afdhal (20 Tahun). Tanggal Lahir? 25 Mei 2008 / Gemini, Hewan Kesukaan? Kucing & Kelinci, Buah Kesukaan? Mangga, Makanan Kesukaan? Mie Ayam, Bunga Kesukaan? Melati, Warna Kesukaan? Biru & Merah, Musik Kesukaan? "Disenchanted", Alergi? Cuaca Tidak Stabil.


    Usy Shifa Az Zahra

    Usy Shifa Az Zahra (17 Tahun). Tanggal Lahir? 23 Juni 2008 / Cancer, Hewan Kesukaan? Kucing & Kelinci, Buah Kesukaan? Kelengkeng, Makanan Kesukaan? Mie Ayam, Bunga Kesukaan? Bunga Lili, Warna Kesukaan? Biru & Pink, Musik Kesukaan? "Season", Alergi? Seafood-Telur-Susu Sapi.

    Cerita / Kisah Karangan & Gambaran (Script Tambahan)

    Bab 1: Takdir Bernama 24 MaretDi suatu ujung Maret yang hangat, takdir menjatuhkan benih cinta diam-diam.
    Hari itu biasa saja bagi dunia, namun luar biasa bagi dua hati yang tak saling kenal sebelumnya.
    Afdhal, pemuda Kalimantan yang menyimpan dunia dalam tatapnya, tak sengaja bertemu Shifa—gadis Lampung yang matanya seperti kelopak lili di musim hujan.
    Mereka bicara biasa saja. Tak ada gombal, tak ada janji.
    Hanya tanya, jawab, dan tawa kecil yang membuat waktu diam sejenak.
    Tapi entah bagaimana, dunia seakan sepakat bahwa dua jiwa ini sudah saatnya disatukan.
    "Kamu siapa? Kenapa rasanya aku sudah lama menunggumu?"Mereka tidak tahu... hari itu adalah awal dari kisah yang akan mengubah segalanya.Bab 2: Cinta yang Bernama Janji (26 Maret)Hanya dua hari berselang, dua hati sudah tak sanggup berpura-pura.
    Kata-kata “aku sayang kamu” terasa seperti mantra yang lama terkunci.
    Diucapkan dengan gugup, tapi penuh keberanian.
    “Kalau kamu mau... kita jalanin ini sungguh-sungguh. Bukan cuma cinta, tapi hidup.”Dan begitu saja, dua jiwa menjadi satu.
    Hari itu ditulis dalam hati mereka, bukan hanya tanggal, tapi permulaan perjuangan.
    Mereka mulai menulis bab baru. Dengan doa, dengan tawa, dan dengan air mata haru yang belum mereka tahu akan datang.Bab 3: Pernikahan di Udara (27 April)Tak semua pernikahan butuh pelaminan.
    Beberapa hanya butuh dua layar, satu koneksi internet, dan hati yang bersatu.
    Di tanggal 27 April, mereka menikah—bukan secara hukum negara, tapi secara cinta dan janji.
    “Aku terima kamu, dalam tawa dan lelah, dalam jarak dan doa, dalam dunia nyata maupun maya. Sampai nanti, sampai selamanya.”Afdhal mengusap air matanya yang jatuh tak sengaja.
    Shifa menahan senyumnya yang pecah penuh makna.
    Di balik koneksi WITA dan WIB, dua hati telah sah menjadi satu.
    Bab 4: Kita, Jarak, dan WaktuCinta mereka tak berjalan di jalan raya, tapi di jalur panjang antara Kalimantan dan Lampung.
    Shifa bangun pagi untuk sekolah. Afdhal baru selesai kuliah sore.
    Mereka sering lelah, kadang salah paham, tapi tidak pernah melepaskan.
    "Hari ini berat ya? Tapi kamu tetap orang yang paling aku tunggu."Mereka bermain game bareng—menyatu dalam dunia virtual.
    Mereka nonton film horor, meski Shifa selalu nutup mata dan Afdhal pura-pura berani.
    Mereka tidak punya banyak waktu, tapi waktu yang mereka punya, mereka isi dengan cinta.
    Bab 5: Mie Ayam dan Bunga LiliSetiap pasangan punya hal-hal kecil yang hanya mereka mengerti.
    Bagi Afdhal dan Shifa, mie ayam adalah makanan cinta.
    Kadang sambil video call, kadang sambil kirim foto mangkok masing-masing.
    "Enak, tapi lebih enak kalau kamu yang suapin."Shifa suka bunga lili. Afdhal suka melati.
    Mereka berjanji, di rumah mereka kelak, dua bunga itu akan tumbuh berdampingan.
    Di tengah ruang tamu, seperti lambang cinta yang tak pernah layu.
    Bab 6: Lagu-Lagu yang Kita TangisiAda lagu-lagu yang mereka blacklist.
    Bukan karena jelek, tapi karena terlalu dalam. Terlalu mereka.
    Seperti “The Night We Met”, atau “Rewrite the Stars”.
    "Jangan putar lagu itu... aku bisa jatuh lagi ke rasa sakit dulu."Tapi dari semua lagu, mereka punya daftar bahagia.
    "Remaja", "Love.", "Die With Smile", "Forever Young"—lagu yang menemani pagi, senja, dan rindu.
    Bab 7: Leaderboard CintaDi dunia Mobile Legends, Afdhal bukan hanya pemain biasa.
    Ia juara, pejuang, dan kekasih paling setia.
    Semua pencapaiannya bukan untuk ego. Tapi untuk satu nama: Usy Shifa Azzahra.
    “Kalau aku menang, kamu harus bangga. Karena kamu alasannya.”Shifa tersenyum saat lihat leaderboard.
    Bukan karena kemenangan itu milik Afdhal, tapi karena itu bukti cinta yang nyata di dunia digital.
    Bab 8: Rumah Pagar PinkMereka merancang rumah masa depan bersama.
    Di samping TPA Darul Azka, dengan pagar warna pink.
    Ada empat anak kecil yang berlarian, suara mereka memenuhi halaman.
    Afdhal duduk di kursi goyang, memeluk bayi terakhir mereka.
    Shifa di dapur, memasak mie ayam dengan tawa.
    Di atas meja ruang tamu, seikat lili dan melati saling berdampingan.
    “Rumah ini bukan karena kaya. Tapi karena kita saling pulang.”Bab 9: Ulang Tahun, Setiap TahunSetiap 23 Juni, Afdhal tak pernah absen mengucapkan:“Selamat ulang tahun, pemilik jantungku. Semoga kamu terus hidup dalam cinta yang kita tanam.”Setiap 25 Mei, Shifa menggambar sesuatu. Kadang lucu, kadang absurd, tapi selalu dari hati.Ulang tahun mereka bukan sekadar angka.
    Tapi pengingat bahwa mereka masih bersama, masih saling memilih.
    Bab 10: Anak-Anak KitaMereka punya empat anak.
    Yang pertama cerdas seperti Shifa.
    Yang kedua konyol seperti Afdhal.
    Yang ketiga suka menggambar.
    Yang keempat... selalu bertanya tentang bagaimana dulu Ayah dan Ibu bertemu.
    Dan setiap kali mereka bertanya, Afdhal akan jawab:“Kami bertemu saat dunia tidak tahu kami saling butuh. Tapi kami bertahan sampai dunia iri pada cinta kami.”Bab 11: Hari Tua, Tak Pernah UsangMereka menua, tapi tidak pernah membosankan.
    Afdhal membaca ulang pesan-pesan lama.
    Shifa menyiram bunga, kadang masih masak mie ayam untuk dua piring.
    Setiap malam, mereka duduk di depan rumah, saling bercerita ulang kenangan yang sudah ratusan kali mereka ulang."Sayang, masih ingat 24 Maret?"
    "Ingat. Hari di mana hidupku berubah."
    Dan seperti biasa, mereka saling genggam tangan.
    Tak butuh kata, cukup peluk dan pandang.
    Karena cinta sejati tidak butuh bukti—cukup dengan tetap tinggal.
    Bab 12: KesimpulanKisah ini bukan tentang sempurna.
    Bukan tentang tanpa salah.
    Tapi tentang memilih satu orang...
    dan terus memilihnya setiap hari.
    “Kita bukan Romeo dan Juliet. Kita Afdhal dan Usy. Dan kisah kita lebih nyata dari sekadar dongeng.”

    Akun Mobile Legend (Afdhal x Usy)

    Afdhal & Usy
    Afdhal & Usy